Simo Sendiko – Siapa sangka kalau kepedulian kita terhadap sungai merupakan upaya paling kongkrit untuk mengurangi resiko benacana. Setidaknya itulah yang ditutur olah oleh Agung Nugroho salah satu pameteri dalam agenda Saliro 4: Kali Cemara Camp Sabtu 4 Agustus lalu. Bahkan kini sungai dapat dijual, bukan soal ikanya, tetapi bagaimana sungai menjadi daya tarik wisatawan termasuk salah satunya menjadi camping ground.

Kali Cemara, adalah sungai yang kini menjadi tempat wisata yang ada di Simo. Sembari memperkenalkan “mengapa kita harus peduli” yang dicontohkan dengan sungai yang di Blagung tersebut sembari mengajak seluruh pemuda Simo dan Boyolali, komunitas Simo Sendiko mengadakan Saliro 4: Kali Cemara Camp.

Sedikit berbeda dengan Saliro sebelumnya, kali ini Simo Sendiko mengagendakan bincang – bincang dengan konsep camping di sungai. Adalah Agung Nugroho dari FPRB Boyolali dan Eko Prasetyo dari Sekolah Sungai Boyolali yang menjadi pemateri dan inspirasi serta diselingi alunan musik dari Koma (komunitas Musik Salatiga). Selain itu, kehadiran peserta camp dari berbaga komunitas di Simo dan dukungan dari para sponshor ikut andil dalam memeriahkan agenda tersebut.

Agung Nugroho menuturkan bahwa “peduli terhadap sungai adalah sebuah niat untuk mengurangi resiko bencana”. Terlebih memang bencana yang terjadi tidak jauh dari air, oleh karena itu sungai sebagai salah satu sumber air harus mendapatkan perhatian yang dari warga sekitar. Terlebih sungai sekarang ini sungai dapat jual sebagai tempat wisata seperti tubing, spot foto, perahu, hingga camping ground. Sehingga kepedulian terhadap sungai pun mampu menghasilkan pundi – pundi rupiah. Kepedulian tersebut juga harus dilakukan secara berkelanjutan seperti dicontohkan oleh komunitas peduli sungai di Tawangsari, Teras dengan wisata tubing dan Kali Cemara dengan wisata dengan spot foto dan perahu.

Agenda yang dimulai sore hari Sabtu, 4 Agustus 2018 tersebut dilanjutkan dengan api unggun, bakar – bakar, dan menginap di tenda yang bibawa oleh masing – masing peserta maupun dari Sponsor tenda @ngempet.adventure. Bahkan dapat dikatakan, Saliro 4 ini merupkan agenda paling meriah yang diadakan oleh Simo Sendiko.

Harmonisasi pengurangan resiko bencana berbasis sungai pun dapat tercipta secara kontinyu apabila masyarkat peduli terhadap sungai sekaligus menjadikanya tempat wisata seperti yang telah dicontohkan dibeberapa sungai di Boyolali. Inilah pentingnya mengapa kita harus menjaga kebersihan sungai sebagai upaya mengurangi resiko bencana. Bahkan bukan hanya sungai yang bersih tetapi rupiah pun mengalir sederas aliran sungai. (Agung Prasetyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here