Simo Sendiko – Hingga saat ini, H-2 Pilkada, ada warga yang belum tahu besok lusa, Rabu 27/06 pemilihan apa. Subhanallah! Itu saya temukan tanpa sengaja. Bayangkan seandainya saya berniat untuk wawancara khusus ke pelosok-pelosok, insyaallah rame, rame dengan orang yang gak tahu menahu untuk apa surat suara yang akan mereka coblos besok lusa ini. Dikira mau dijadikan bungkus nasi kali ya, hehehe.

Salahkah mereka? Nggak juga. Mereka jadi awam begitu soal Pemilu karena kekurangan informasi. Mereka kan selama ini sibuk ngurusin lahan, ternak, anak, urusan dapur, dan segala macam. Dan kesibukan itu sudah sangat cukup bagi mereka; gak perlu nambah kesibukan lagi. Lagian siapa juga sih yang ingin “dihujani” dengan kesibukan. Artinya, mereka gak mungkin mau meninggalkan kesibukan rutinnya yang sudah menjadi tanggung jawab pokok itu untuk sekedar mencari informasi tentang Pemilu. Jadi, sampai kapan pun kalau informasi tidak disampaikan langsung kepada mereka dan hanya dicukupkan melalui teknologi elektronik seperti media sosial yang tidak bisa digunakan oleh kebanyakan bapak-bapak, ibu-ibu, kakek-kakek, nenek-nenek pedesaan, dan hanya juga dicukupkan dengan spanduk-spanduk yang juga tidak bisa dibaca oleh kebanyakan bapak-bapak, ibu-ibu, kakek-kakek, nenek-nenek pedesaan, yaa keawaman mereka tentang Pemilu ila yaumil qiyamah (sampai hari kiamat).

Terus gimana? Ya cariin solusilah. Masa dibiarin begitu aja. That’s a big problem.
Badan yang oleh “Negara” dipercaya untuk menjalankan atau melaksanakan amanah undang-undang tentang Pemilu seperti KPU/KPUD beserta turunannya seperti PPK, PPS, dan KPPS jauh-jauh sebelum pemilihan harus gencar menyampaikan informasi dan memberikan pemahaman secara langsung kepada masyarakat–bisa bekerja sama dengan ormas–tentang betapa pentingnya setiap pemilihan pemimpin, entah pemimpin desa, pemimpin kabupaten/kota, pemimpin provinsi, hingga pemimpin negara. Karena nasib mereka akan dikemudikan oleh pemimpin-pemimpin ini selama beberapa tahun kedepan. Urusan pendidikan anak-anaknya, urusan kesehatannya, urusan harga dan akses peternakan dan pertaniannya, urusan harga sembako, dan semua urusan harga dan akses kebutuhan mereka akan diurus oleh pemimpin-pemimpin ini nanti. Sehingga mereka berhak mendapatkan informasi tentang bagaimana dan seperti apa visi, misi, program kerja, dan track record dari masing-masing pasangan calon pemimpin yang akan mereka pilih. Biar mereka sadar akan pentingnya Pemilu, akan mahalnya hak suara mereka, akan pentingnya pemimpin yang akan menjadi pengemudi nasib mereka, akan pentingnya bahwa datang ke TPS dalam lima tahun sekali untuk memilih pemimpin yang amanah, yang sudah mereka yakini dari informasi yang mereka terima langsung, sangat penting untuk diutamakan dari kesibukan rutin sehari-sehari. Sehingga seberapa besarpun rupiah yang disodorkan oleh oknum tertentu untuk mengelabuhi mereka, insyaallah tidak akan mereka tukar dengan pasangan calon pemimpin yang mereka dambakan. (Dicky)

*pesan dari tulisan iseng ini masih diharapakan untuk jangka waktu sebelum besok lusa sekaligus sebagai masukan untuk Pemilu yang akan datang.*

BAGIKAN
Berita sebelumyaTaman Alam Surapanta
Berita berikutnyaPuisi: Bumi Simo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here